Industri
Oleh DataStudi Team · 19 Juli 2026
Data & Visualisasi
Artikel ini menyertakan 3 dataset:
Lihat di bawah ↓
Pada periode Januari hingga Mei 2026, sektor ekspor kendaraan Indonesia mencatatkan hasil yang cukup menggembirakan. Total ekspor kendaraan Completely Built-Up (CBU) mencapai 207.222 unit, ekspor secara Completely Knocked Down (CKD) sebesar 32.496 set, serta komponen kendaraan sebanyak 80.694.565 unit. Angka tersebut menempatkan sektor otomotif sebagai salah satu kontributor utama dalam neraca perdagangan Indonesia.
Di kategori CBU, Toyota memimpin dengan jarak cukup nyaman. Dengan total 68.113 unit ekspor, Toyota menyumbang hampir sepertiga dari keseluruhan ekspor CBU Indonesia. Kinerja Toyota konsisten setiap bulan, dengan puncaknya terjadi pada Februari 2026 (16.859 unit), diikuti Mei 2026 (14.067 unit).
Daihatsu menempati posisi kedua dengan 55.023 unit, menunjukkan posisi yang kuat sebagai pendamping Toyota di pasar ekspor. Kendaraan Daihatsu juga mencatatkan titik tertinggi pada bulan Mei 2026 (12.819 unit).
Mitsubishi Motors berada di peringkat ketiga dengan 47.522 unit total. Eksportir asal Jepang ini mencatatkan bulan terbaik di Mei 2026 (12.974 unit), sementara bulan terendah terjadi pada Februari 2026 (6.710 unit).
Di luar tiga besar tersebut, Hyundai (18.525 unit) menjadi satu-satunya merek asing non-Jepang yang masuk dalam lima besar ekspor CBU. Sementara itu, Suzuki (8.443 unit), Honda (6.188 unit), Isuzu (2.256 unit), Wuling (600 unit), dan Hino (152 unit) melengkapi top sembilan merek eksportir kendaraan CBU Indonesia.
Secara bulanan, ekspor CBU bergerak relatif fluktuatif. Bulan Mei 2026 mencatatkan titik tertinggi sepanjang periode (47.560 unit), sementara April 2026 menjadi bulan terendah (36.207 unit).
Kategori CKD menunjukkan dinamika yang berbeda dari CBU. Mitsubishi Motors menjadi eksportir tunggal yang mendominasi kategori ini dengan 21.714 set, mewakili hampir dua pertiga dari total ekspor CKD. Angka tersebut jauh melampaui posisi kedua, Hyundai (5.550 set), dan ketiga, Suzuki (4.644 set). Wuling berada di posisi terakhir dengan 588 set.
Konsentrasi ekspor CKD yang begitu tinggi pada Mitsubishi menunjukkan bahwa merek ini memfokuskan strategi ekspornya pada model yang dirakit di negara tujuan, dibandingkan dengan strategi CBU.
Toyota menjadi eksportir komponen terbesar dengan 76.334.166 buah. Angka tersebut sangat besar dibandingkan eksportir kedua, Honda, yang mencatatkan 6.514.010 buah. Hino (474.174 buah), Hyundai (24.440 buah), dan Suzuki (16.272 buah) melengkapi lima besar.
Dominasi Toyota dalam ekspor komponen sejalan dengan posisinya sebagai pemain utama di segmen CBU, menunjukkan integrasi yang kuat dalam rantai pasok otomotif Indonesia dari hulu ke hilir.
Sektor otomotif Indonesia menunjukkan ketahanan yang baik sepanjang lima bulan pertama 2026. Dominasi Toyota di kategori CBU dan komponen, serta Mitsubishi di CKD, menjadi pilar utama ekspor kendaraan nasional. Pertumbuhan Mei 2026, terutama pada komponen, menjadi sinyal positif bahwa permintaan ekspor terus berlanjut di paruh kedua tahun. Dengan total lebih dari 207.000 unit kendaraan CBU, 32.000 set CKD, dan 80 juta buah komponen yang diekspor dalam lima bulan pertama, Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam industri otomotif global.
Memuat dataset...
Publikasi BPS
Pada Juni 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) di Indonesia mencapai angka 127,65, sedikit turun 0,06% dari bulan sebelumnya. Angka ini merupakan kelanjutan dari tren kenaikan yang konsisten sepanjang paruh kedua 2025 dan awal 2026, dengan NTP mencatatkan kenaikan total sebesar 4,07 poin persentase sejak Juli 2025 (122,64) hingga Juni 2026 (127,65).
Research
Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencatat lonjakan yang luar biasa selama enam tahun terakhir. Dari 126,3 juta unit pada tahun 2018, armada kendaraan nasional melonjak menjadi 166,2 juta unit pada tahun 2024, kenaikan sekitar 31,6% atau tambahan hampir 40 juta kendaraan. Sebagian besar armada tersebut adalah sepeda motor. Kendaraan roda dua selalu mendominasi lanskap transportasi nasional, menyumbang sekitar 84% dari total kendaraan terdaftar, sementara mobil penumpang dan mobil barang hanya membentuk porsi sisanya. Namun, pertumbuhan mobil penumpang menunjukkan akselerasi yang mengesankan, terutama di masa pascapandemi.
Data diperoleh dari Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo), berdasarkan data ekspor kendaraan Indonesia periode Januari–Mei 2026, diakses melalui https://www.gaikindo.or.id
Datadiperoleh dari Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo), berdasarkan data ekspor kendaraan Indonesia periode Januari–Mei 2026, diakses melalui https://www.gaikindo.or.id
Data diperoleh dari Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo), berdasarkan data ekspor kendaraan Indonesia periode Januari–Mei 2026, diakses melalui https://www.gaikindo.or.id