Publikasi BPS
Oleh DataStudi Team · 19 Juli 2026
Data & Visualisasi
Artikel ini menyertakan 3 dataset:
Lihat di bawah ↓
Transportasi di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami perubahan signifikan sepanjang Mei 2025 hingga Mei 2026, mencakup tiga sektor utama: angkutan udara penumpang, angkutan udara barang, dan angkutan kereta api. Berikut ringkasan lengkap perkembangan sektor-sektor tersebut berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DI Yogyakarta.
Penumpang angkutan udara di Yogyakarta menunjukkan pola musiman yang jelas. Puncak pergerakan penumpang domestik tercatat pada Juli 2025 (186,12 ribu orang) dan Desember 2025 (184,26 ribu orang), yang selaras dengan puncak liburan nasional. Pada Mei 2026, jumlah penumpang domestik tercatat 119,13 ribu orang, mengalami penurunan sebesar 14,46% dibandingkan April 2026.
Namun, sektor penumpang internasional menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menggembirakan. Setelah relatif stabil di kisaran 13–17 ribu orang sepanjang 2025–2026, penumpang internasional melonjak tajam menjadi 22,31 ribu orang pada Mei 2026, dengan kenaikan 33,66% secara bulanan dari April. Lonjakan ini mengindikasikan mulai pulihnya arus wisatawan mancanegara ke Yogyakarta.
Volume kargo udara domestik pada Mei 2026 mencapai 861,52 ton (naik 6,13%) dibandingkan April 2026. Kargo yang dibongkar (incoming cargo) mencatat 244,03 ton, dengan kenaikan 32,46%, menunjukkan peningkatan signifikan pada arus barang masuk ke Yogyakarta. Tren ini sejalan dengan pemulihan konsumsi dan perdagangan di wilayah DIY.
Pergerakan penumpang kereta api di Yogyakarta pada Mei 2026 tercatat 1.071,86 ribu orang, mengalami kenaikan 8,96% dari April 2026. Beban kargo kereta api juga stabil, mencapai 31,08 ribu ton (naik 5,77%). Kenaikan penumpang kereta api menandakan minat masyarakat terhadap transportasi darat antarkota yang semakin meningkat.
Meskipun penumpang angkutan udara domestik masih berada di bawah level awal periode Mei 2025–2026, tren positif yang konsisten terlihat pada pemulihan penumpang internasional, kenaikan kargo udara, dan peningkatan penumpang kereta api. Secara keseluruhan, sektor transportasi DI Yogyakarta menunjukkan momentum kebangkitan yang berkelanjutan menuju Mei 2026.
Memuat dataset...
Research
Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia mencatat lonjakan yang luar biasa selama enam tahun terakhir. Dari 126,3 juta unit pada tahun 2018, armada kendaraan nasional melonjak menjadi 166,2 juta unit pada tahun 2024, kenaikan sekitar 31,6% atau tambahan hampir 40 juta kendaraan. Sebagian besar armada tersebut adalah sepeda motor. Kendaraan roda dua selalu mendominasi lanskap transportasi nasional, menyumbang sekitar 84% dari total kendaraan terdaftar, sementara mobil penumpang dan mobil barang hanya membentuk porsi sisanya. Namun, pertumbuhan mobil penumpang menunjukkan akselerasi yang mengesankan, terutama di masa pascapandemi.
Publikasi BPS
Pada Juni 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) di Indonesia mencapai angka 127,65, sedikit turun 0,06% dari bulan sebelumnya. Angka ini merupakan kelanjutan dari tren kenaikan yang konsisten sepanjang paruh kedua 2025 dan awal 2026, dengan NTP mencatatkan kenaikan total sebesar 4,07 poin persentase sejak Juli 2025 (122,64) hingga Juni 2026 (127,65).
Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DI Yogyakarta, Berita Resmi Statistik No. 45/07/34/Th. XXVIII, tanggal 1 Juli 2026. Periode: Mei 2025 – Mei 2026 (13 bulan).
Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DI Yogyakarta, Berita Resmi Statistik No. 45/07/34/Th. XXVIII, tanggal 1 Juli 2026. Periode: Mei 2025 – Mei 2026 (13 bulan).
Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi DI Yogyakarta, Berita Resmi Statistik No. 45/07/34/Th. XXVIII, tanggal 1 Juli 2026. Periode: Mei 2025 – Mei 2026 (13 bulan).