Data Pengangguran
Oleh DataStudi Team · 19 Juli 2026
Data & Visualisasi
Artikel ini menyertakan 1 dataset:
Lihat di bawah ↓
Berdasarkan data tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur dan Surabaya (2018–2025), tren yang terlihat cukup jelas: setelah melonjak drastis pada tahun 2020 akibat pandemi, angka pengangguran terbuka di kedua wilayah ini terus menurun secara konsisten. Pada 2025, tingkat pengangguran terbuka Jawa Timur (3,88%) sudah kembali hampir setara dengan level pra-pandemi, sementara Surabaya (4,84%) juga mencatat penurunan tajam dari puncak 9,79% pada 2020. Secara keseluruhan, periode 2021–2025 menunjukkan masa pemulihan yang menggembirakan, meskipun Surabaya tetap mencatatkan angka yang konsisten di atas rata-rata provinsi.
Periode 2018–2019 menunjukkan tingkat pengangguran yang relatif stabil dan rendah. Namun, pada tahun 2020 terjadi lonjakan signifikan akibat dampak pandemi COVID-19. Di Jawa Timur, tingkat pengangguran terbuka naik dari 3,82% pada 2019 menjadi 5,84% pada 2020. Lebih parah lagi, di Kota Surabaya angka tersebut melonjak dari 5,76% menjadi 9,79% — menyentuh angka hampir satu dari sepuluh penduduk yang mengalami pengangguran terbuka.
Sejak 2021, tren menunjukkan perbaikan bertahap. Di Surabaya, penurunan sangat jelas: dari puncak 9,68% pada 2021 turun menjadi 4,84% pada 2025, alias merosot sekitar 4,95 poin persentase dalam lima tahun. Jawa Timur juga menunjukkan penurunan yang konsisten dari 5,74% (2021) menjadi 3,88% (2025).
Pada 2025, tingkat pengangguran terbuka Jawa Timur tercatat 3,88% — hampir setara dengan level 2018–2019 dan bahkan sedikit di bawah level awal periode (3,91% di 2018). Surabaya, meski sudah turun drastis, masih berada di 4,84% — sedikit di atas level pra-pandemi (5,76% pada 2019), menunjukkan bahwa pemulihan di ibu kota provinsi ini relatif lebih lambat dibanding rata-rata provinsi.
Terlepas dari tren naik turun, tercatat bahwa di setiap tahun pengamatan (2018–2025), Surabaya selalu mencatat tingkat pengangguran terbuka yang lebih tinggi daripada rata-rata Jawa Timur. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika ketenagakerjaan di pusat ekonomi provinsi tidak selalu berjalan seirama dengan tingkat provinsi secara keseluruhan.
Memuat dataset...
Publikasi BPS
Transportasi di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami perubahan signifikan sepanjang Mei 2025 hingga Mei 2026, mencakup tiga sektor utama: angkutan udara penumpang, angkutan udara barang, dan angkutan kereta api. Berikut ringkasan lengkap perkembangan sektor-sektor tersebut berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DI Yogyakarta.
Publikasi BPS
Pada Juni 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) di Indonesia mencapai angka 127,65, sedikit turun 0,06% dari bulan sebelumnya. Angka ini merupakan kelanjutan dari tren kenaikan yang konsisten sepanjang paruh kedua 2025 dan awal 2026, dengan NTP mencatatkan kenaikan total sebesar 4,07 poin persentase sejak Juli 2025 (122,64) hingga Juni 2026 (127,65).
Sumber: Badan Pusat Statistik